Minggu, 28 Juni 2009

batuan sedimen

BATUAN SEDIMEN


1. PENGERTIAN
Batuan Sedimen adalah batuan yang terjadi karena pengendapan materi hasil erosi. Jadi, asalnya dari batuan yang telah ada, baik batuan beku, metamorf atau pun batuan sediment lain yang mengalami pelapukan, tererosi, terbawa pergi kemudian diendapkan ke tempat lain. Berdasarkan tenaga yang mengangkut hasil pelapukan dan erosi, batuan sediment dapat digolongkan atas tiga bagian utama, yaitu:

 Sedimen Aquatis, yaitu sediment yang diendapkan oleh tenaga air. Contohnya adalah gosong pasir, flood plain, natural levee, alluvial fan, delta dan sebagainya
 Sedimen aeolis/ aeris, yaitu sediment yang diendapkan oleh tenaga angina(aeolis). Contohnya tanah loss, sand dunes, seris, dan sebagainya
 Sedimen glacial, yaitu sediment yang diendapkan oleh gletser. Contohnya: morena, drumlin, dan sebagainya


2. PENGENALAN
Sedimen merupakan bahan atau partikel yang terdapat di permukaan bumi (di daratan ataupun lautan), dan boleh mengalami proses angkutan dari satu kawasan ke kawasan yang lain. Air dan angin merupakan pengangkut yang utama. Sedimen ini apabila mengeras akan menjadi batu sedimen. Kajian mengenai sedimen dan batu sedimen ini sebut sedimentologi. Antara sedimen yang ada ialah lumpur, pasir, kelikir dan sebagainya. Sedimen ini akan menjadi batu sedimen apabila mengalami proses pengerasan.

Sedimen = Bahan partikel yang peroi(lumpur, pasir, kelikir dan lain-lain)

Sedimen akan menjadi batuan sedimen melalui proses pengerasan atau pembatuan yang melibatkan;
1. Pemampatan (Compaction)
2. Penyemenan (Cementation)
3. Penghabluran Semula (Recrystallization) terutama sedimen karbonat



3. TANDA-TANDA ATAU PENUNJUK BATUAN SEDIMEN
• Kehadiran perlapisan atau stratification




Selang lapis batu pasir dengan lodak/syal
• Adanya struktur sedimen di atas satah atau di dalam perlapisan




Struktur lapisan silang
• Terjumpanya fosil
• Kehadiran butiran yang telah mengalami proses angkutan (klas)




Klas yang telah mengalami angkutan
• Kehadiran mineral yang asalan sedimen (glaukonit, chamosite)




4. PENGGOLONGAN BATUAN SEDIMEN
Berdasarkan cara pengendapannya, batuan sediment dapat dikelompokkan atas tiga macam, yaitu klastis, kimia, dan organik.

a. Sedimen Klastis
Jenis batuan endapan klastis sangat berbeda dengan batuan beku baik dalam bentuk maupun susunan butirannya. Pada pertikel –partikel batuan endapan terdapat adanya tanda-tanda goresan akibat berlangsungnya pengankutan. Batuan endapan klastis juga mengalami penyemenan sehingga terjadi pengikatan partikel partikel satu dengan yang lainnya. Ciri penting dari batuan endapan adalah kadang-kadang terbentuk dari bahan fosil.

Batuan sediment klastis/ mekanis/fisik yaitu yang terangkut dalam bentuk padat/ tidak larut kemudian diendapkan di tempat lain mengalami sementasi menjadi batuan sediment. Berdasarkan besarnya butir-butir, batuan dapat digolongkan lagi seperti terlihat pada table

Nama Partikel Diameter Sebutan Endapan lepas Sebutan batuan gabungan
1. Batu besar >256 kerikil Konglomerat
2. Kerikil kasar 64-256 kerikil Sediment
3. Kerikil Halus 2-64 kerikil Breksi
4. Pasir 1/16-2 pasir Batu pasir
5. Debu 1/256-1/16 debu Batu Pasir
6. Liat <1/256 liat Batu liat, batu lumpur, dan shale









Pengelompokan Batuan Sedimen
Ukuran butir (mm) Keadaan Lepas Mengeras Vulkanis
<64 Batu-2 besar konglomerat Bom
2-<64 Kerikil Breksi Lapilli
0,05-<2 Pasir/ sand Batu pasir/ sandstone Pasir
0,02-<0 Debu/ silt Batu debu Debu/tuff
<0,02 Lempung/clay Batu lint

Keterangan:
 Konglomerat adalah batu-batu atau kerikil yang telah mengalami sementasi menjadi padat, dimana butir-butir kerikil tersebut bentuknya bulat-bulat/halus/
 Breksi sama dengan konglomerat tetapi butirannya runcing tidak beraturan. Oleh karena itu, dapat ditrafsirkan bahwa batuan konglomerat telah terbawa jauh dari sumbernya

Batuan sediment yang tegolong sediment klastik ini mempunyai sifat yang koheren, pada umumnya warna bervariasi tergantung kepada penyusunannya. Biasanya dicirikan oleh sekumpulan batu atau kerikil yang bulat dan kukuh tersusun sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh
b. Sedimen Kimia
Batuan sediment kimiawi, yaitu yang terangkut dalam bentuk larutan kemudian diendapkan secara kimia ditempat lain. Sediment kimiawi sulit digolongkan lebih lanjut karena butir-butirnya sangan kompleks
Contoh batuan sediment kimiawi sebagai berikut
a) Batu tetes (stalagtit dan stalagmit) yang banyak di jumpai didalam gua-gua bawah tanah didaerah kapur
b) Lapisan garam, suatu lapisan yang terbentuk dari mineral mineral halit/NaCL) yang diendapkan didasar laut atau dasar danau-danau garam karena penguapan
c) Limestone (dari Kalsit), Gypsum (dari mineral sulfat), Hematit (dari mineral kayu besi)

c. Sedimen Organik
Batuan Sedimen Organik/organogen, yaitu batuan sediment yang dibentuk atau di endakan oleh organisme. Contohnya adalah sebagai berikut.
 Batu bara terbentuk dari timbunan sisa tumbuhan di dasar danau/ rawa-rawa, berubah menjadi gambut selanjutnya menjadi batu bara muda/ batu bara
 Endapan diatomae/ kerangka silica/kersik, kerangka tumbuhan bersel satu diatomeae yang banyak hidup di laut atau didanau garam. Bangkainya tertimbun didasar laut/ danau membentuk batuan sediment
 Karang dibangun oleh organisme algae calcareous dank oral. Binatang koral biasanya hidup dilaut yang tidak dalam, kurang dari 50 meter, cahaya matahai masih tembus sampai ke dasar, temperaturnya tinggi ( sekitar 21-26o C), airnya tenang dan tidak keruh

5. STRUKTUR SEDIMEN
Adapun struktur sedimen dapat dibagi menjadi 3 (tiga) jenis :
1. Struktur Sebelum Endapan
Struktur sebelum endapan dapat ditemui diats lapisan, sebelum lapisan atau endapan yang muda atau baru di endapkan. Merupakan struktur hakisan seperti terusan (chanel), 'scour marks', 'flutes', 'grooves', 'tool marking' dan sebagainya. Struktur-struktur ini sangat penting karena dapat memberikan arah aliran arus.
Adapun contoh struktur sedimen sebelum endapan ini dapat dilihat sebagai berikut :

























2. Struktur Semasa Endapan
Struktur yang terbentuk semasa proses endapan sedang berlaku termasuk lapisan mendatar (flat bedding), lapisan silang, laminasi, dan laminasi silang yang mikro (micro-crosslamination), yaitu kesan riak.
Adapun contoh struktur sedimen semasa endapan ini dapat dilihat sebagai berikut :



































3. Struktur Setelah Endapan
Struktur ini terbentuk setelah sedimen terendap. Kemudian termasuklah strukur beban, 'pseudonodules' dimana sebahagian lapisan pasir jatuh dan masuk kedalam lapisan lumpur di bawahnya, laminasi konvolut (convolute lamination) dan sebagainya. Struktur nendatan, hasil dari pergerakan mendatar sedimen yang membentuk lipatan juga termasuk dalam struktur setelah endapan. Nendatan terdapat di tebing sungai, delta dan juga laut dalan dan sangat berguna untuk menentukan arah cerun kuno.
Adapun contoh struktur sedimen setelah endapan ini dapat dilihat sebagai berikut :






























6. PENGANGKUTAN DAN PENGENDAPAN

Endapan diangkut melalui banyak cara. Mungkin dengan meluncur pada Suatu lereng bukit atau mungkin dibawa oleh angina, gleteser, atau oleh Aliran air. Pada saat endapan diangkut melalui peluncuran atau penggelindingan menuruni bukit, hasilnya berupa sebuah campuran partikel dengan berbagai ukuran. Endapan yang dibawa melalui gletser akan diendapkan di bawah es atau pada tebing sungai es. Dalam mengangkut partikel-partikel endapan melalui angina atau air akan terjadi pengendapan ketika air mengalir atau pergerakan angina secara perlahan-lahan menurun pada suatu kecepatan dimana partikel-partikel tidak dapat bergerak lagi. Oleh karena itu, pada umumnya butiran butiran dalam dalam endapan yang dibawa oleh angin atau air dapat menjelaskan segala sesuatu tentang kecepatan pengangkutan. Endapan kasar menunjukkan endapan berasal dari aliran cepat dari angin atau air, endapan halus menunjukkan bahwa endapan disebabkan oleh angina atau air yang bergerak secara perlahan, atau hanya ada endapan halus yang untuk diangkut



7. DIAGENESIS

Diagenesis merupakan istilah yang dipergunakan untuk menyatakan Terjadinya suatu perubahan (transformasi) bentuk dari bahan deposit Menjadi batuan endapan


8. SIFAT BATUAN SEDIMEN
1. Stratifikasi
Stratifikasi sediment adalah hasil dari sebuah penyusunan lapisan partikel yang berupa endapan atau batuan endapan. Tiap lapisan merupakan lapisan yang berbeda dari batuan karena akumulasi pada permukaan bumi. Pada umumnya diameter partikel pada tiap lapisan mempunyai ukuran yang berbeda dengan yang lainnya.
2. Sortasi
Akibat yang mencolok dari pengangkutan partikel-partikel oleh aliran air atau angina adalah penyortiran bahan-bahan yang didepositkan. Penyortiran terjadi akibat specific gravity (perbandingan antara berat dari sebuah volume material terhadap berat volume satu kubik air).
Sortasi adalah salah satu penyebab penting dari stratifikasi. Urutan-urutan lapisan tidak dipisahkan oleh ukuran butiran maupun komposisi lainnya, tetapi melainkan dipisahkan oleh permukaan yang mewakili antar lapisan
3. Lapisan Sejajar (pararel strata)
Lapisan-lapisan dari endapan dapat dibagi dalam dua kelas yang didasarkan atas sifat geometris lapisan sejajar adalah lapisan yang sejajar antara satu dengan yang lainnya. Lapisan ini disebabkan oleh deposit air. Misalnya, deposit didasar danau pararel lurus dan berombaklapisan yang tidak sejajar (cross strata)
4. Bentuk Silang
Bentukan silang ini berbeda dengan lapisan sejajar, karena bentuk silang adalah bentuk yang membengkok (cenderung miring) dengan kecenderungan menuju lapisan lebih tebal. Bentuk silang umumnya terlihat pada delta-delta sungai, bukit-bukit pasir, pantai-pantai dan endapan sungai. Bentuk tersebut dapat terjadi jika terdapat lubang-lubang pada lapisannya, sehingga pada lubang tersebut akan diisi deposit baru yang akan membentuk lapisan sungai. Disamping itu, lapisan silang dapat terjadi pada daerah-daerah yang berlereng curam, dimana pergerakan air cepat dan membentuk aliran yang membengkok atau miring.



9. SUSUNAN PARTIKEL DALAM LAPISAN

1. Lapisan Homogen
Lapisan yang terdiri atas partikel yang kira-kira diameternya sama disebut lapisan seragam. Lapisan seragam dari batuan klastik menunjukkan deposisi partikel ukuran tunggal dengan sedikit perubahan kecepatan agen penggerak. Lapisan seragam batuan non klastis menunjukkan aliran seragam dari larutan yang menghasilkan partikel kristal dengan ukuran tunggal.
2. Lapisan Berbulir
Jika sejumlah partikel padat dengan diameter yang berbeda dan bobot jenis yang sama ditempatkan dalam segelas air, digoyang kuat, lalu dibiarkan berdiri maka partikel akan tenang dan membentuk endapan